Perkembangan Pemanas Air Perdana Bagian 2

Perkembangan Pemanas Air Perdana Bagian 2

Perkembangan Pemanas Air Perdana

Bagian 2

 

Pada tahun 1909 seorang insinyur California bernama William J. Bailey menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapi pada pemanas air tenaga matahari komersial pertama. Bailey memisahkan antara tangki penyimpanan dan kolektor pemanas air. Kolektor surya yang Ia gunakan terdiri dari pipa air yang melekat pada pelat logam bercat hitam di dalam sebuah kotak kaca yang tertutup dan dihubungkan ke tangki penyimpanan terisolasi yang terletak di atas kolektor. Sekarang, kolektor pemanas air buatan Bailey tersebut dikenal dengan  “kolektor flat”.

Cara kerja sistem pemanas air tenaga matahari  tersebut adalah saat matahari memanaskan air yang berada didalam pipa, air tersebut akan menjadi lebih ringan dari air dingin, kemudian air dingin masuk dan menuju bawah memaksa air yang lebih panas secara alami naik ke dalam tangki penyimpanan. Air tersebut akan disimpan di dalam tangki dan akan tetap hangat selama malam hari serta keesokan paginya.

Antara tahun 1920 dan 1930, cadangan besar gas alam ditemukan di daerah Los Angeles. Untuk memanfaatkan sumber daya alam tersebut, Bailey mulai memproduksi pemanas air berbahan bakar gas. Penjualan pemanas air gas ini langsung meroket dan penjualan pemanas air tenaga matahari turun dengan sangat drastis. Kemudian perusahaan gas menawarkan kerjasama kepada Bailey untuk hookup pemanas gas baru mereka. Bailey membuat batch terakhir tentang pemanas air tenaga matahari pada tahun 1941.

Selama periode waktu yang sama, seorang pengusaha mengambil desain pemanas air tenaga matahari yang berada di California, kemudian memasarkannya di Florida dan sukses besar. Dalam ledakan bangunan antara tahun 1935-1941 terhitung sudah lebih dari 60.000 sistem pemanas air tenaga matahari telah terpasang.

Kemudian semua instalasi yang berkenaan dengan pemanas air tenaga matahari dihentikan saat Perang Dunia II. Hal itu terjadi karena tembaga merupakan komponen utama dari pemanas air tenaga matahari dan penggunaan tembaga dibekukan untuk semua penggunaan non-militer pada waktu itu. Ketika perang usai, perusahaan pemanas air matahari kembali, tetapi pemanas air tenaga matahari ini kurang diminati seperti sebelumnya. Hal tersebut terjadi karena beberapa faktor, seperti pemanas air matahari terlalu kecil untuk memenuhi permintaan, ditemukannya teknologi baru mesin cuci otomatis dan mesin pencuci piring serta turunnya harga listrik sehingga pemanas air listrik lebih digemari saat itu.