Artikel

Renovasi Rumah 2 Lantai tetapi Terasa ‘Nanggung’? Ini Penyebabnya

Renovasi Rumah 2 Lantai Modern

Sumber: Magnific/muhammad.abdullah

Rumah 2 lantai kerap kali menjadi hunian idaman, baik bagi mereka yang hidup sendiri maupun berkeluarga. Selain terlihat mewah, rumah dua lantai juga lebih efisien dalam memaksimalkan lahan yang terbatas.

Meski begitu, proses renovasi rumah 2 lantai juga tak jarang menimbulkan beberapa masalah. Banyak pemilik rumah yang sudah merenovasi, tetapi hasilnya terasa “nanggung”. Saat dihuni, rumah tidak terasa benar-benar nyaman, mewah, bahkan tidak sesuai ekspektasi.

Banyak pemilik rumah yang merasakan hal ini sebagai kegagalan desain saat direnovasi. Padahal, akar masalahnya ada pada sistem yang harus dikonsep dengan benar sejak awal. Lantas, bagaimana cara mengatasi permasalahan tersebut?

Kenapa Rumah 2 Lantai Bisa Terasa “Nanggung”?

Rumah 2 lantai terasa “nanggung” pada umumnya tidak disebabkan oleh desain, melainkan sistem pendukungnya, mulai dari kenyamanan, utilitas, hingga pengalaman ruang yang tidak dirancang dengan baik sejak awal.

Banyak pemilik rumah lebih mengutamakan visual dibandingkan hal-hal di atas. Padahal, pengalaman sehari-hari dan kenyamanan sangat menentukan kepuasan penghuni.

Kesalahan Umum saat Renovasi Rumah 2 Lantai

Renovasi Rumah 2 Lantai wide shot

Sumber: Magnific/wirestock

Rumah 2 lantai pada umumnya dipilih karena desain yang estetik, minimalis, modern, dan tetap efisien dibangun di lahan yang terbatas. Namun, renovasi dua lantai tidak bisa difokuskan hanya dari segi visual saja, sistem yang terstruktur juga diperlukan.

Berikut beberapa kesalahan umum yang sering dijumpai saat merenovasi rumah 2 lantai:

Terlalu Fokus pada Tampilan

Rumah 2 lantai memiliki banyak desain, mulai dari yang sederhana, tradisional, hingga kontemporer. Beberapa desain yang mengutamakan tampilan, seperti desain minimalis dan estetik sering kali digandrungi para pemilik rumah.

Namun, banyak dari pemilik rumah yang lebih berfokus pada tampilan ini dan melupakan kenyamanan penggunaan. 

Tidak Memikirkan Pengalaman Harian

Selain dari segi tampilan, para pemilik rumah juga kerap tidak memikirkan pengalaman harian. Beberapa fungsi sistem, seperti naik turun tangga, suhu ruangan, hingga distribusi ruang yang sesuai, perlu direncanakan dengan baik sedari awal. Namun, banyak dari penghuni  tidak memperhatikan hal tersebut.

Mengabaikan Sistem Pendukung Rumah

Selain sistem utama rumah, sistem pendukung juga harus menjadi fokus utama dalam tahapan renovasi. Banyak dari penghuni rumah tidak memprioritaskan beberapa sistem, mulai dari pencahayaan, ventilasi, dan air panas.

Faktor yang Membuat Rumah Terasa Tidak Optimal

Kesalahan umum yang biasa terjadi saat renovasi rumah 2 lantai menyebabkan rasa “nanggung” muncul saat mulai menghuninya. Rasa “nanggung” ini biasanya dipicu oleh beberapa faktor. Berikut beberapa di antaranya:

Distribusi Ruang Tidak Seimbang

Distribusi ruang yang tidak seimbang menjadi salah satu faktor kuat yang membuat rumah terasa tidak optimal. Artikel jurnal oleh Wardani (2010) menyebutkan, pengaturan ruang perlu menyesuaikan kebutuhan pemakai, dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan interaksi yang baik antarsesama penghuni di ruang tersebut. 

Oleh karenanya, distribusi ruang yang seimbang dibutuhkan agar penghuni dapat merasa puas dan nyaman menjalankan kehidupan sehari-hari. Namun, hal ini sering kali diabaikan sehingga membuat rumah tidak terasa efisien. 

Kenyamanan Termal Tidak Konsisten

Faktor berikutnya yang mengakibatkan rumah terasa tidak optimal adalah kenyamanan termal. Kenyamanan termal menjadi salah satu aspek utama dalam desain arsitektur sebuah bangunan.

Dengan begitu, kenyamanan termal perlu direncanakan dengan baik sebelum merenovasi rumah 2 lantai. Perbedaan suhu antarlantai dapat mengganggu kenyamanan penghuni dan mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Pengalaman Penggunaan Tidak Dipikirkan

Faktor terakhir dan tak kalah penting dalam renovasi rumah 2 lantai adalah pengalaman penggunaan. Selain sistem yang memadai, penataan ruang yang baik, dan kenyamanan suhu, detail-detail kecil juga perlu diperhatikan.

Akses air panas, pencahayaan yang baik, dan sirkulasi berdampak besar terhadap kepuasan penghuni rumah. Untuk itu, selain memprioritaskan sistem rumah dan tampilan, hal-hal tadi juga perlu difokuskan.

Renovasi Rumah 2 Lantai putih

Sumber: Magnific/4045

Cara Menghindari Hasil Renovasi yang ‘Nanggung’

Kepuasan dan pengalaman penghuni setelah renovasi 2 lantai menjadi hal utama yang perlu dipertimbangkan untuk menghindari renovasi rumah yang “nanggung”. Berikut beberapa solusi yang bisa Anda lakukan agar memperoleh hasil memuaskan setelah renovasi rumah. 

Mulai dari Kebutuhan Penghuni

Salah satu yang menjadi sorotan utama sebelum mulai merenovasi rumah adalah kebutuhan penghuni. Mengutip dari artikel “Faktor Renovasi Dini pada Rumah Subsidi berdasar Kualitas Konstruksi dan Kebutuhan Konsumen” oleh Anugraheni dan Mutiari, kebutuhan penghuni seringkali berkaitan dengan aspek fungsional, sosial, dan estetika,

sehingga pengembang harus memenuhi kebutuhan tersebut demi meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan penghuninya.

Untuk itu, kebutuhan penghuni perlu dirancang sedari awal demi memahami bagaimana rumah akan digunakan sehari-hari. 

Rencanakan Sistem Sejak Awal

Tak hanya kebutuhan penghuni, sistem pokok dalam rumah juga harus masuk dalam perencanaan awal. Mengutip dari artikel yang sama, kualitas konstruksi bangunan  ditentukan oleh beberapa elemen, salah satunya elemen fungsional. Elemen ini merupakan kemampuan bangunan untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

Oleh karenanya, sistem seperti air, listrik, dan kenyamanan harus menjadi pertimbangan utama demi kepuasan penghuni.

Integrasikan Desain dengan Fungsi

Fungsi secara arsitektur adalah sekumpulan kegiatan atau aktivitas yang digolongkan membentuk sebuah zonasi yang lalu membentuk ruang dengan elemen-elemen, seperti lantai, atap, dan dinding. Dalam hal merenovasi rumah, fungsi menjadi hal utama, diiringi dengan desain atau tampilan.

Oleh karenanya, sebelum merenovasi rumah 2 lantai, Anda perlu memprioritaskan dua hal, yakni desain dan fungsi. Jika keduanya dapat diintegrasikan dengan baik, penghuni bisa merasakan pengalaman komplit dan memenuhi ekspektasi. 

Peran Sistem Air Panas dalam Kenyamanan Rumah 2 Lantai

Ada banyak sistem pendukung yang perlu dipertimbangkan sebelum renovasi rumah 2 lantai, mulai dari pencahayaan, sirkulasi, hingga sistem air panas. Sistem air panas yang memadai dapat menjaga kenyamanan di seluruh ruangan rumah. 

Sistem air panas yang berkualitas juga memberikan akses air hangat dengan mudah. Dengan begitu, sistem yang stabil ini mampu meningkatkan kualitas pengalaman harian penghuni. 

Baca Juga: Fitur Rumah Mewah Modern yang Menunjang Kenyamanan dan Gaya Hidup Masa Kini

Tingkatkan Kualitas Hunian dengan Solusi dari Inti Solar

Kenyamanan rumah tidak hanya berasal dari desain dan tampilan, tetapi juga sistem yang mendukung aktivitas sehari-hari. Melalui sistem yang terstruktur dan berfungsi dengan baik, penghuni dapat terhindar dari rasa “nanggung” setelah merenovasi rumah 2 lantai.

Salah satu hal yang menunjang kenyamanan rumah adalah sistem air panas yang efisien dan berkualitas. Pastikan Anda memilih jenis sistem air panas yang sesuai dengan kebutuhan dan melengkapi fungsi rumah Anda.

Sebagai penyedia water heater yang tepercaya, Inti Solar menyediakan solusi water heater yang membantu memastikan kenyamanan rumah Anda. Pemanas air dari Inti Solar dirancang sedemikian rupa sehingga mampu memenuhi kebutuhan dalam jangka panjang, tetapi tetap hemat energi dan ramah di kantong.

Jika ingin mengetahui informasi lebih lanjut terkait water heater dari Inti Solar, Anda dapat mengetahui lebih rinci melalui situs resmi Inti Solar. Hubungi tim kami melalui WhatsApp untuk mendapatkan konsultasi gratis perihal pemenuhan kebutuhan pemanas air hunian Anda.

FAQ

  1. Kenapa rumah 2 lantai terasa tidak nyaman setelah renovasi?

Rumah 2 lantai terasa tidak nyaman dihuni setelah renovasi bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah perencanaan yang terlalu berfokus pada tampilan dan tidak mempertimbangkan fungsi sistem yang berimbas pada pengalaman dan aktivitas sehari-hari. 

  1. Apa yang harus diprioritaskan saat renovasi rumah 2 lantai?

Terdapat beberapa hal yang harus diprioritaskan saat renovasi 2 lantai, mulai dari desain, sistem utama seperti listrik, pencahayaan, ventilasi, distribusi ruang, dan kenyamanan penggunaan agar rumah terasa optimal.

  1. Apakah desain rumah modern selalu menjamin kenyamanan?

Desain rumah modern tidak selalu menjamin kenyamanan. Hal ini hanya mencakup tampilan visual, tanpa fokus pada fungsi dan sistem yang terstruktur. 

  1. Bagaimana cara membuat rumah 2 lantai terasa lebih optimal?

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar renovasi rumah 2 lantai terasa lebih optimal, yakni memprioritaskan kebutuhan penghuni, merencanakan sistem sejak awal, dan mengintegrasikan desain dengan fungsi.

 

Referensi:

  • Wardani, L. K. (2010). Perancangan furnitur perkantoran (proses desain, manufaktur, distribusi, dan konsumsi). Dimensi Interior, 8(1), 29-37. https://dimensiinterior.petra.ac.id/index.php/int/article/view/18283 
  • Rilatupa, James (2008) Aspek Kenyamanan Termal  pada Pengkondisian Ruang Dalam. Jurnal Sains dan Teknologi EMAS, 18 (3). pp. 191-198. ISSN 0853 9723 

http://repository.uki.ac.id/547/  

  • Salsabila, A. F. H., & Pujiyanti, I. (2023). Desain Rumah Toko Berdasarkan Kebutuhan dan Preferensi Pengguna. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/47271