Artikel

Apa Saja Komponen Water Heater Tenaga Surya yang Wajib Anda Ketahui?

Water heater tenaga surya adalah perangkat elektronik rumah tangga yang sangat bermanfaat untuk menyediakan air panas dengan memanfaatkan energi matahari. Dengan menggunakan alat ini, Anda tidak hanya menghemat biaya listrik, tetapi juga membantu menjaga lingkungan. Yuk, kita cari tahu lebih dalam tentang komponen water heater tenaga surya dan bagaimana masing-masing komponen berperan dalam proses pemanasan air.

Komponen Utama Water Heater

  • Tangki Penyimpanan (Storage Tank)

Tangki penyimpanan adalah komponen water heater yang berfungsi untuk menampung air panas yang dihasilkan. Tangki ini biasanya terbuat dari baja yang tahan terhadap panas tinggi dan dilapisi dengan kaca liner untuk menjaga kebersihan air. Fungsi utama dari tangki ini adalah untuk memastikan bahwa air panas selalu tersedia kapan pun Anda membutuhkannya.

Ada beberapa jenis tangki penyimpanan yang umum digunakan. Tangki dengan lapisan kaca mencegah korosi dan menjaga kualitas air, sementara tangki stainless steel lebih tahan lama. 

  • Elemen Pemanas (Heating Element)

Elemen pemanas adalah komponen water heater yang bertugas memanaskan air di dalam tangki. Elemen ini bekerja dengan mengubah energi listrik menjadi panas, yang kemudian diserap oleh air. Ada beberapa jenis elemen pemanas yang umum digunakan dalam water heater:

a. Elemen Keramik
Tahan terhadap panas dan memiliki keandalan yang tinggi. Mereka cenderung lebih efisien dalam mentransfer panas ke air, membuatnya menjadi pilihan yang populer.

b. Elemen Tembaga
Tahan terhadap korosi dan karat, menjaga kualitas air tetap bersih dan aman saat digunakan.

c. Elemen Baja Tahan Karat
Memiliki ketahanan terhadap korosi dan karat, membuatnya cocok untuk lingkungan yang lebih keras.

  • Thermostat

Thermostat adalah komponen water heater yang penting selanjutnya. Komponen ini berfungsi untuk mengatur dan menjaga suhu air di dalam tangki agar tetap stabil. Dengan thermostat, Anda bisa mengatur suhu sesuai kebutuhan, sehingga air tidak terlalu panas atau terlalu dingin. Thermostat yang digunakan dalam water heater biasanya ada dua jenis, yaitu thermostat mekanis dan termostat elektronik.

Thermostat mekanis menggunakan mekanisme fisik untuk mengatur suhu, sedangkan thermostat elektronik menggunakan sensor elektronik untuk pengaturan suhu yang lebih akurat. Untuk mengaturnya pun sangat mudah, cukup setel suhu yang diinginkan melalui panel kontrol.

  • Katup Pengaman (Pressure Relief Valve)

Katup pengaman adalah komponen water heater yang memastikan keamanan dengan mencegah tekanan berlebih di dalam tangki yang bisa menyebabkan ledakan. Katup ini akan terbuka secara otomatis jika tekanan di dalam tangki melebihi batas aman. Katup pengaman bekerja dengan menggunakan pegas yang sensitif terhadap tekanan.

  • Anode Rod

Anode rod adalah batang logam yang dipasang di dalam tangki untuk mencegah korosi. Batang ini akan korosi terlebih dahulu sehingga tangki tidak cepat rusak. Anode rod bekerja dengan cara menarik ion korosif di dalam air, sehingga tangki tetap terlindungi dari korosi. 

Cara Kerja Water Heater

Tahap 1: Pengisian Tangki

Proses kerja water heater tenaga surya dimulai dengan pengisian tangki. Air dari sumber utama masuk ke dalam tangki penyimpanan melalui pipa masuk. Tangki ini dirancang untuk menampung air dalam jumlah besar, sehingga air panas selalu tersedia saat dibutuhkan. Sistem ini bekerja otomatis dengan terus mengisi tangki setiap kali air di dalamnya digunakan.

Tahap 2: Pemanasan Air

Setelah tangki terisi, tahap selanjutnya adalah pemanasan air. Di sinilah peran kolektor surya sangat penting. Kolektor surya yang dipasang di atap rumah menangkap energi matahari dan mengubahnya menjadi panas. Energi panas ini kemudian disalurkan ke tangki penyimpanan melalui sistem pipa yang terhubung dengan elemen pemanas. Elemen pemanas ini, baik itu elemen keramik, tembaga, atau baja tahan karat, akan memanaskan air yang ada di dalam tangki.

Tahap 3: Penjagaan Suhu Air

Setelah air dipanaskan, suhu air di dalam tangki harus dijaga agar tetap stabil. Di sinilah thermostat berperan. Thermostat akan mengatur dan memantau suhu air, memastikan bahwa air tetap panas dalam jangka waktu yang lama. Jika suhu air turun di bawah batas yang ditentukan, thermostat akan memicu elemen pemanas untuk bekerja kembali, sehingga suhu air di dalam tangki dapat kembali stabil.

Tahap 4: Pengeluaran Air Panas

Tahap terakhir adalah pengeluaran air panas. Ketika Anda membuka keran air panas di rumah, air panas dari tangki penyimpanan akan mengalir melalui pipa keluar menuju keran. Proses ini terjadi karena adanya bantuan pompa sirkulasi yang memastikan aliran air tetap lancar. Katup pengaman akan memastikan bahwa tekanan air di dalam tangki bisa tetap aman selama proses ini.

Tips Merawat Water Heater agar Awet dan Tahan Lama

1. Membersihkan Tangki Penyimpanan Secara Berkala
Air yang digunakan sehari-hari bisa mengandung kotoran dan endapan yang dapat menumpuk di dalam tangki. Jika tangki tidak dibersihkan, endapan ini dapat mengurangi efisiensi pemanasan dan bahkan dapat merusak komponen tangki. Sebaiknya, bersihkan tangki minimal setahun sekali untuk mencegah penumpukan kotoran yang berlebihan.

2. Mengganti Elemen Pemanas Secara Berkala
Elemen pemanas adalah salah satu komponen water heater yang sangat penting. Elemen ini bertugas memanaskan air di dalam tangki. Namun, seiring waktu, elemen pemanas bisa mengalami kerusakan atau penurunan efisiensi. Oleh karena itu, penting untuk Anda secara berkala membersihkan kerak atau endapan yang menempel pada elemen. Dengan menjaga elemen pemanas dalam kondisi baik, Anda bisa memastikan water heater tetap bekerja optimal dan efisien.

3. Memeriksa Thermostat Secara Berkala
Thermostat adalah komponen water heater yang berfungsi mengatur dan menjaga suhu air di dalam tangki. Jika thermostat tidak berfungsi dengan baik, suhu air bisa menjadi terlalu panas atau terlalu dingin. Untuk mencegah hal ini, pastikan Anda memeriksa thermostat secara berkala. Thermostat yang berfungsi dengan baik akan membantu menjaga suhu air tetap stabil dan nyaman saat digunakan.

4. Memeriksa Katup Pengaman Secara Berkala
Saat tekanan terlalu tinggi, pegas akan mendorong katup terbuka dan melepaskan tekanan berlebih. Untuk memastikan katup pengaman berfungsi dengan baik, periksa katup secara berkala agar tidak tersumbat dan bisa terbuka dengan mudah. Jika Anda menemukan kerusakan, segera ganti katup pengaman untuk mencegah risiko keselamatan.

5. Mengganti Anode Rod Secara Berkala
Untuk menjaga fungsi anode rod, periksa dan ganti anode rod setiap 4-5 tahun sekali. Jika air mulai bau atau berubah warna, mungkin sudah saatnya bagi Anda mengganti anode rod. Anode rod yang berfungsi dengan baik akan membantu memperpanjang umur tangki penyimpanan.

Mengetahui cara merawat komponen water heater tenaga surya sangat penting untuk memastikan perangkat Anda dapat berfungsi dengan baik dan tahan lama. Dengan perawatan yang tepat, Anda bisa menikmati kenyamanan air panas yang tak henti-hentinya.

Jika Anda sedang mencari water heater tenaga surya yang berkualitas, Inti Solar adalah pilihan yang tepat. Inti Solar memiliki beragam produk water heater tenaga surya untuk kebutuhan residensial, komersial, dan industrial. Tentunya, semua produk kami sudah pasti berkualitas dan terpercaya. Untuk informasi lebih lanjut dan promo yang ada, jangan ragu menghubungi tim Inti Solar atau mengunjungi website Inti Solar.